Search Menu
Home Latest News Menu
Indonesia

PASCA: Daytime party jadi cara untuk mengekspresikan gairah musik elektronik

Berirama dengan matahari dengan membawa konsep daytime party ke ibukota. Kalian nggak mau party kemalaman? Aman aja!

  • JEMIMA PANJAITAN | IMAGES BY: FYZAGON
  • 19 October 2023
PASCA: Daytime party jadi cara untuk mengekspresikan gairah musik elektronik

Saat ini, kancah musik elektronik di ibukota pasti sudah dikenal keakrabannya dengan dunia malam hari. Nggak ada yang nggak mungkin, PASCA ikut membawa dobrakan kalo semua orang bisa pesta — bahkan di siang hari. Diadakan tanggal 7 Oktober di Ruf Jakarta kemarin, lantai dansa sudah mulai bergetar dari jam 11 siang.

“Budaya daytime party yang belum terbiasa banget ada di Jakarta kita coba sajikan di tempat-tempat yang berbeda dengan tujuan untuk ngasih pengalaman baru kepada teman-teman lantai dansa.” jelas Sergio Mustamu selaku promotor event yang dirayakan pas cahaya matahari masih memunculkan batang hidungnya ini.

Bermula di tahun 2020 waktu COVID-19 sedang merayap di Jakarta, jam malam PSBB diberlakukan dan pelaku musik elektronik harus memutar otak untuk membuat formula baru biar bisa bersenang-senang dan main di belakang dek lagi. Terciptalah solusi; memutar waktu jam penampilan yang biasanya di malam hari, menjadi siang hari. PASCA pun mengambil inspirasi dari Otherground Jakarta, pop-up party bernuansa misterius yang dimulai pas langit masih terang.

Lain dari kota-kota seperti Bali atau Lombok, konsep ini masih terbilang baru di Jakarta. PASCA yakin dengan membuat pesta dan mengguncang lantai dansa di siang hari bisa meminimalisir hal-hal yang kurang baik dari pulang saat larut malam dan juga menjadi pengalaman yang beda dari perspektif DJ yang menghidangkan musiknya di jam-jam tersebut.

Baca ini selanjutnya: Why day parties are taking over dance music

Mereka juga mencoba untuk menurunkan ego dan keidealisannya demi membuat music policy. “Tujuannya biar semua bisa merasakan kebersamaannya. Seperti dua kali PASCA di tahun 2023 ini. Kita coba formula baru untuk gabungin beberapa kolektif — mulai dari House Cartel, Studiomaja, Panorasuna, Interrupted, Vacation, Repressence, Batalion, Leave Me Alone, Plush, Sleep On It, SALA, Natura, dan Energy Room.

Jadi musiknya boleh beragam yang penting kebersamaannya itu sih yang mahal, karena PASCA itu suka banget b2b-in dj yang belum pernah kenal atau sudah kenal tapi nggak pernah b2b, jadi ada waktu bonding di hari itu hahaha..”

Dengan adanya kebersamaan tersebut, juga koneksi antara yang berkunjung dan para DJ, pastinya ada aja momen aneh, lucu dan gila yang kejadian.

“Berhubung PASCA sudah empat kali berlangsung, hal lucu yang pernah ada itu waktu PASCA kedua. Waktu itu di Daiginjo baru jam dua siang dan DJ yang lagi main tiba-tiba jatuh di dek hahaha! Pernah juga ada yang buka baju di dancefloor. Selebihnya mending dateng langsung aja biar tau kalo siang hari di PASCA tuh ada apa aja..”

Untuk kedepannya, PASCA berharap untuk meneruskan budaya daytime party ini dengan beragam konsep — nggak membatasi lingkaran manapun untuk ikut berkecimpung dan harapannya daytime party ini nggak cuma ada di Pasca aja tapi bisa diterapkan sama kolektif lain dan venue juga terbuka untuk konsep daytime party ini.

Jemima Panjaitan adalah Writer Mixmag Indonesia. Ikuti dia di
Instagram.

Load the next article
Loading...
Loading...